Zakatcare.id

Yang sedang membaca Al-Qur’an di depan Ustadz Jafran adalah Muhammad Abdullah yang dulu nama aslinya Ferdinandus alias Ferdi.

Beliau seorang mualaf masuk Islam 3 tahun yang lalu. Pak Abdullah ini seorang sarjana pendidikan tamatan salah satu perguruan tinggi di Ujung Pandang, dulunya aktif di PEMKRI (Organisasi pemuda Kristen) dan beliau juga kritis lihai berdebat.

Suatu hari datanglah beliau melamar menjadi Guru di SMP Muhammadiyah Warsawe, NTT. Dan beliau kami terima sebagai guru agama katolik di sekolah kami. Karena di sekolah ini kami juga menerima siswa katolik.

Setelah sebulan mengajar, ternyata diketahui beliau tidak pernah beribadah di gereja, “Kenapa Bapak tidak beribadah ke Gereja?” Tanya Ustadz Ramli,

“Saya malas saja pak, saya memilih tidak beragama karena beragama hanyalah pembenaran bagi mereka yang cerdas” Jawab beliau yang jujur membuat saya kaget.

“Antum terlalu dini untuk memfonis sesuatu, di negeri ini agama sangatlah penting untuk menopang segala lini kehidupan. Antum baru belajar Katolik, seharusnya belajar agama lain dulu baru bisa memfonis” Tegas Ustadz Romli memberi pandangan baru untuk beliau.

“Dulu di organisasi Pemuda Katolik, bebas bedebat dan bertanya. Namun ketika bertanya kepada senior mereka hanya menimpali tanpa argumen, karena yang penting dijalanin saja tak perlu tahu dalilnya” Ujar Pak Abdulullah (Ferdi)

“Di sinilah istimewanya Islam, jika tidak tahu permasalahan, boleh bertanya sebanyak-banyaknya. Karena di Islam tidak ada larangan bertanya” Jelas Ustadz Ramli kepada Pak Abdullah

Maka sejak saat itu beliau banyak bertanya tentang Islam,dari hal aqidah, ibadah dll. Dia belajar Islam selama 1 tahun, dan Alhamdulillah langsung memutuskan untuk masuk Islam.

Maha Kuasa Allah dengan segala qudroh dan iradahnya, memberikan jalan hidayah kepada mereka yang Allah kehendaki. Semoga Allah selalu memancarkan cahaya hidayah bagi kita semua.

E-BOOK

Yuk, sempurnakan Ramadhanmu dengan Al-Qur’an Mau tahu tips dan triknya? Sahabat Qur’an, ini adalah E-Book sederhana namun sangatlah bermakna. Kami