Zakatcare.id

sumber: detik.com

Zakat sebagai salah satu rukun Islam memegang peranan penitng dalam menjaga ketahanan ekonomi umat. Sejak turunnya ayat ini memang ditujukan untuk mensejahterakan dan membantu sesama. Apalagi di era pandemi seperti ini kehadirannya bahkan dapat menjadi penopang utama ketahanan ekonomi nasional.

Apalagi dengan status agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia, posisinya sangat berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan ekonomi. Islam sebagai agama rahmat sejak dulu memang memegang teguh adanya keadilan dan kesetaraan sosial, dan ini adalah salah satu pokok penting disyariatkannya zakat.

كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ

“Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja” QS. Al-Hasyr Ayat:7

Disinilah umat Islam dapat mengambil momentum dengan spirit qurani yang totalitas untuk menarapkan syariat Islam, maka dalam konteks ini adalah zakat. Dan yang harus dibangun dari semua ini adalah “Ta’awun Ekonomi” atau “Ekonomi Gotong Royong” untuk menjaga umat satu sama lain, dari sinilah kesadaran umat yang harus ditumbuhkan satu sama lain.

Ditambah kenyataan lapangan yang menunjukan semua orang kehilangan aktivitasnya. Hal ini berarti banyak sekali orang yang terdampak karena pandemi, dimulai orang-orang yang kehilangan pekerjaan sampai kurangnya fasilitas penangan pandemi. Dengan sebab ini sumber dana sosial dalam Islam (zakat, infaq, sedekah) memiliki peran strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Maka dari itu, dengan adanya lembaga amil zakat sangat diharapkan bahwa zakat hendaknya diberikan kepada pihak yang terdampak Covid-19. Tentu hal ini akan berdampak luas utamanya bagi tim medis, pasien corona maupun warga yang terdampak terkena PHK akibat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan lain sebagainya.

Di sisi lain dengan adanya komitmen ini semakin membuka mata kita akan betapa indahnya ajaran Islam yang mampu dinamis dalam merespon zaman. bahwasanya zakat dalam konteks kekinian terjadi perluasan makna mengikuti perkembangan zaman.

Maka penyaluran zakat untuk penanggulangan pandemi Covid-19 selaras dengan tujuan utama dimensi pensyariatan zakat, yakni saddu khillah al-muslimin atau pemenuhan kebutuhan dasar kaum muslim, dimensi tarbawiyyah (tujuan dalam aspek pendidikan), ijtima’iyyah, (tujuan zakat sebagai salah satu jaminan sosial dalam Islam), iqtisadiyyah (tujuan zakat sebagi penopang ekonomi) dan da’wah (tujuan zakat sebagai instrumen dakwah Islam).

Dengan adanya landasan hukum yang ada, diharapkan khusunya masyarakat muslim semakin sadar akan urgensi zakat, selain karena kewajiban rukun Islam juga untuk kemaslahatan nusa dan bangsa. Dan sudah saatnya kita sama-sama berkontribusi, saling bersinergi dengan seluruh komponen bangsa dan strata sosial yang ada untuk sama-sama membangun ketahanan ekonmi umat di era pandemi ini dengan berbondong-bondong menunaikan zakat. Wallahu a’lam bis showab

E-BOOK

Yuk, sempurnakan Ramadhanmu dengan Al-Qur’an Mau tahu tips dan triknya? Sahabat Qur’an, ini adalah E-Book sederhana namun sangatlah bermakna. Kami